Skip to main content

Perkumpulan Sophia Nusantara meluncurkan film documenter pertamanya yang berjudul Dilema Food Estate pada kamis, 9 januari 2025 di café Trininity, Jalan Raya Mandala No.57, Kelurahan Seringgu Jaya, Kecamatan Merauke, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Peluncuran film documenter Dilema Food Estate mengangkat dampak proyek food estate terhadap masyarakat lokal yang kehidupannya bergantung pada alam, khususnya di Wanam, Distrik Ilwayab. Film ini menyoroti keresahan masyarakat yang harus hidup berdampingan dengan proyek Sekala besar di tanah mereka sendiri.

Acara peluncuran dihadiri oleh sejumlah perwakilan Dinas dan instansi terkait, majelis permusyawaratan Papua Selatan, LSM, Masyarakat, jurnalis lokal dan Tim Produksi film perkumpulan Sophia Nusantara.

Film ini diproduksi oleh Sophia Nusantara yang berkolaborasi dengan Pulitzer Center dalam hal pendanaan. pulitzel center sendiri merupakan sebuah organisasi nirlaba iternasional yang mendukung peliputan jurnalistik mendalam mengenai isu-isu gelobal yang jarang terangkat di media arus utama, seperti perubahan iklim, hak asasi manusia dan Kesehatan.

Menurut Ilham Majid, Selaku Manager Database, dan Publikasi (RDP) Sophia Nusantara Sekaligus sutradara, film ini lahir dari keresahan dan kesadaran akan pentingnya pendokumentasian suara-suara masyarakat kecil yang terdampak Proyek Strategis Nasional.

“Kadang media itu hanya mengemas berita yang baik-baik saja seharusnya feer dong Dimana seharusnya suara-suara kecil masyarakat terdampak dan paling merasakan saya pikir jarang terdokumentasi dan jarang diketahui. Jangan kita berada disituasi dan zona bahwa kita nyaman-nyaman saja ini, sementara ada saudara-saudara kita di Wanam Distrik Ilwayab yang sekarang sedang berhadap-hadapan yang sedang memikirkan bgamana keberlangsungan hidupnya” ujar ilham

Ia menambahkan bahwa masyarakat wanam tidak serta merta menolak kehadiran Perusahaan. Justru ada Sebagian warga yang melihat potensi perputaran ekonomi dari kehadiran Perusahaan ikan di wilayah tersebut. Pernyataan ini di dukung oleh dokumentasi video yang ditampilkan dalam flm tersebut Sophia Nusantara membuat film ini atas dasar keresahan dan kesadaran bahwa film ini diharapkan bisa menjadi ulur tangan sekaligus suara hati masyarakat terdampak yang selama ini jarang didengar. Melalui dokumenter ini, Sophia Nusantara ingin membuka ruang agar kenyataan yang dialami masyarakat dapat dilihat, didengar, dan dipahami oleh publik luas.

Leave a Reply