Kelompok perempuan yang tergabung dalam kelompok usaha payum iwag, di Kampung Payum, Kelurahan Samkai, Merauke, provinsi papua selatan, memulai aktivitas produksi kosmetik yang diberi nama MES, pada tanggal 9 Maret 2025. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan produk turunan dari kelapa.
Kosmetik MES memiliki 4 (empat) varian utama, yaitu sabun, body scrub/lulur, lip balm, dan body butter. Seluruh produk dibuat menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapat di lingkungan sekitar. Misalnya, sabun MES dibuat dengan campuran air (132 gram), NaOH (87 gram), minyak kelapa (600 gram), dan bubuk kopi sebanyak 1–2 sendok makan.
Kelompok ini didirikan di Payum, sebuah wilayah pesisir yang kaya akan pohon kelapa di Kelurahan Samkai, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Kelompok Payum Iwag mulai dirintis setelah adanya inisiatif lokal untuk memanfaatkan potensi kelapa secara berkelanjutan dan mandiri oleh perempuan pesisir. (pendirian Payum Iwag). Pembentukan kelompok ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan Payum agar mampu mengelola sumber daya alam di sekitarnya, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan menumbuhkan nilai tambah dari hasil alam lokal, terutama kelapa.
Untuk produk body scrub, bahan yang digunakan antara lain minyak kelapa (45 gram), bubuk kopi (50 gram), dan gula aren (25 gram). Lip balm dibuat dari campuran lilin lebah (1 gram), lemak biji kakao (1 gram), dan minyak kelapa (3 gram). Sementara itu, body butter MES menggunakan lilin lebah (20 gram), lemak biji kakao (20 gram), dan minyak kelapa (60 gram).
Pembuatan kosmetik ini bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya alam lokal sekaligus meningkatkan penghasilan perempuan di kampung tersebut. Produk-produk ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bebas bahan kimia berbahaya.
Proses pembuatan dilakukan secara manual dan mengikuti standar higienis untuk menjaga kualitas produk. Payum Iwag berharap bisa memperluas distribusi produk MES ke pasar lokal hingga regional.



